Data Dokter

Voting

Serumen Obsturan

Kamis, 10 April 2014 - 08:06:33 WIB | Pembaca : 1305
Diposting oleh : Administrator

SERUMEN OBSTURAN

Pernahkah anda mengalami rasa penuh pada telinga dan berkurangnya pendengaran sesaat setelah mandi atau berenang? bisa jadi itu adalah tanda dari serumen obsturans ini.

      Serumen obsturan atau tersumbatnya liang telinga oleh karena kotoran telinga merupakan keluhan yang sering dijumpai di klinik THT. Gejala yang biasanya timbul karena adanya sumbatan kotoran telinga ini antara lain penurunan pendengaran dan telinga terasa penuh. Nyeri telinga dan gangguan pendengaran secara tiba tiba biasanya terjadi setelah mandi atau berenang, karena air yang terperangkap menyebabkan kotoran telinga mengembang sehingga menutup liang telinga. Gejala lainnya adalah telinga gatal, telinga berdering, dan kadang menyebabkan pusing.

     Kotoran telinga dalam bahasa kedokteran disebut serumen. Serumen diproduksi oleh kelenjar yang terdapat pada lapisan kulit liang telinga. Serumen juga mengandung sel sel kulit yang telah mati, kuman yang secara normal hidup di dalam liang telinga serta air. Serumen sendiri bentuknya bermacam macam, ada yang cair, lembek dan keras. Warnanya pun bervariasi tergantung komposisi yang terkandung di dalamnya.

     Fungsi utama serumen adalah untuk melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi. Karena sifatnya yang berminyak, kotoran telinga akan melapisi kulit liang telinga sehingga menjaga kulit ini kedap air. Sifat asam kotoran dan enzim (lisozim) yang dikandungnya, kotoran telinga juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur di dalam telinga.

     Pada keadaan normal, liang telinga mempunyai mekanisme pembersihan sendiri. Kulit pada liang telinga terbentuk sedemikian rupa sehingga memudahkan kotoran telinga bergerak dari dalam ke udara luar. Serumen akan menumpuk dalam liang telinga lalu mengering dan keluar melalui lubang telinga sambil membawa bahan bahan yang tertangkap olehnya seperti debu dan partikel kecil lainnya.

Penumpukan kotoran telinga

     Masalah terjadi jika mekanisme normal tersebut terganggu sehingga kotoran telinga menumpuk, mengeras dan akhirnya menutupi/menyumbat liang telinga. Ini biasanya terjadi akibat upaya mengeluarkan kotoran telinga dengan menggunakan kapas pembersih telinga atau alat lain. Benda-benda ini menyebabkan kotoran telinga di dorong ke bagian telinga yang lebih dalam, atau menyebabkan kotoran telinga menjadi padat, sehingga mencegah migrasi normal ke bagian luar telinga. Terlalu rajin membersihkan kotoran telinga juga akan membuat liang telinga kering, gatal dan mudah terinfeksi. Produksi kotoran telinga yang berlebihan dan bentuk liang telinga yang abnormal (misal liang telinga yang sempit) juga dapat menyebabkan penumpukan kotoran telinga.

     Gejala yang biasanya timbul karena adanya sumbatan kotoran telinga ini antara lain penurunan pendengaran dan telinga terasa penuh. Nyeri telinga dan gangguan pendengaran secara tiba tiba biasanya terjadi setelah mandi atau berenang, karena air yang terperangkap menyebabkan kotoran telinga mengembang sehingga menutup liang telinga. Gejala lainnya adalah telinga gatal, telinga berdering, dan kadang menyebabkan pusing.

     Jika kotoran sudah menumpuk, harus dilakukan upaya untuk mengeluarkannya. Obat paling umum yang sering dipakai di rumah adalah zat pelunak kotoran, yang diberikan setiap hari sampai kotoran telinga melunak dan keluar. Sebagian obat dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit liang telinga, dan harus digunakan dengan hatihati pada anak-anak yang diketahui memiliki alergi. Jika zat pelunak kotoran gagal, pilihan selanjutnya adalah datanglah ke klinik THT.

Cara pemberian obat tetes telinga pada dewasa dan anak

     Pengeluaran kotoran telinga baik dengan cara mencuci dengan air (irigasi) atau penyedotan hanya dapat dilakukan di klinik. Kotoran telinga dapat juga dikeluarkan secara manual dengan menggunakan alat khusus jika anak dapat memahami instruksi dan kooperatif. Upaya untuk mengeluarkan kotoran telinga yang keras dapat menyebabkan abrasi dan nyeri pada kulit liang telinga yang peka. Pengeluaran kotoran telinga secara manual jangan dicoba di rumah jika kotoran berada jauh di dalam liang telinga.

Beberapa cara ekstraksi serumen obsturan yang dilakukan di poli THT

Apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan telinga?

     Yang terbaik yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan telinga adalah dengan mengusap lembut bagian luar telinga dengan menggunakan handuk yang direndam air hangat. Bagian luar telinga merupakan tempat dimana terdapat sel-sel kulit yang mati, kotor dan tempat berakhirnya serumen yang dikeluarkan dari liang telinga, sehingga penggunaan handuk hangat merupakan cara yang mudah dan aman untuk membersihkan telinga. Hindari untuk menggunakan benda apapun yang dimasukkan ke dalam telinga.

Bagaimana dengan penggunaan Cotton Bud?

 

 

 

 

 

     

     Kotoran telinga tidak pernah dibentuk di bagian dalam liang telinga atau di dekat gendang telinga. Sehingga bila kotoran telinga sampai kesasar ke gendang telinga maka kemungkinan penyebabnya adalah penggunaan cotton bud yang mendorong kotoran telinga ke tempat yang lebih dalam. Selain mendorong serumen lebih dalam, penggunaan cotton bud yang kasar akan menyebabkan kulit liang telinga menjadi mudah terluka dan menimbulkan infeksi. Sebaiknya sebelum digunakan untuk membersihkan serumen, kapas cotton bud dibasahi dengan baby oil, atau air bersih, atau dibuat lembab, supaya kapas cotton bud tidak mudah lengket dengan serumen yang bisa mengakibatkan kapas terlepas dari batangnya. Salah menggunakan cotton bud juga akan menyebabkan trauma pada gendang telinga dan bahkan bisa menyebabkan pecahnya gendang telinga. Jadi, berhati hatilah menggunakan cotton bud.

     Karena produksi kotoran telinga bervariasi pada setiap orang, dianjurkan untuk memeriksakan telinga anak Anda, sekurangnya 6 bulan sekali. Sebelum menggunakan tetes telinga apa pun, pastikan telinga anak Anda tidak mengalami infeksi atau gendang telinga berlubang. Jika anak Anda mengalami nyeri telinga, atau mengeluarkan cairan dari telinga setelah menggunakan tetes telinga, segera berhenti menggunakan tetes telinga dan minta saran dari dokter.

Sumber :

  1. Untung ruginya kotoran telinga. http://www.blogdokter.net/2008/12/20/untung-ruginya-kotoran-telinga/
  2. Cerumen Prop . http://www.pantirapih.or.id/index.php/artikel/umum/132-cerumen-prop
  3. Membersihkan Telinga ; Niat Baik Berefek Buruk. dr. Dissy Pramudita. http://www.klikdokter.com/healthnewstopics/read/2010/04/22/150239/membersihkan-telinga-#.U0B2K85h0ZM
   
 

 

Berita & event terkait