Data Dokter

Voting

SEORANG IBU KODRATNYA MEMANG MENYUSUI, BUKAN BERARTI AYAH TIDAK BISA (berperan) MENYUSUI..

Jumat, 02 Agustus 2019 - 15:11:48 WIB | Pembaca : 115
Diposting oleh : Administrator
ditulis oleh : dr. Muhammad Reza, M.Biomed., Sp.A

 

Seorang ayah memiliki peran penting dalam memberikan ASI bagi anaknya. Maka, ayah pun diharapkan berperan aktif dalam mengusahakan ASI bagi sang buah hati, terutama pada topik PEKAN ASI SEDUNIA 1-7 Agustus tahun ini yaitu memaksimalkan peran orangtua (termasuk ayah) dalam suksesnya menyusui ASI.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, sudah tidak asing istilah “Ayah ASI”. Istilah ini merujuk pada sosok ayah yang turut berjuang berjibaku mengusahakan ASI bagi anaknya. Usaha yang dilakukan pun macam-macam, mulai dari men-support ibu menyusui (busui) untuk bersedia memberikan ASI-nya untuk buah hati, menyediakan segala kebutuhan dan kepentingan dalam menyusui, hingga hal-hal non-teknis seperti menangkal stigma negatif tentang ASI yang kerap beredar.

Tak ada rumus baku untuk sukses menjadi Ayah ASI. Setiap ayah punya gaya masing-masing dan setiap pasangan memiliki budaya sendiri. Namun, hal-hal umum ini mungkin bisa menjadi pedoman bagi Anda untuk menjadi Ayah ASI.

Penyemangat.
Busui tenang, ASI pun lancar. Saat ibu senang, hormon prolaktin dan oksitosin yang penting untuk produksi ASI akan bekerja lebih baik. Apapun bisa dilakukan untuk memberikan kebahagiaan bagi busui. Juga, jadilah penyemangat saat istri Anda terlihat lelah dan ingin menyerah dari menyusui.

Juru bicara dan pelindung.
Ayah adalah benteng pertahanan busui dari serangan mitos-mitos. Carilah informasi sebanyak-banyaknya kepada ahlinya. Bergabunglah dengan kelompok pendukung ASI. Jika istri bekerja, jangan sungkan bicara dengan atasannya agar istri diberikan waktu, kalau perlu tempat khusus, untuk memompa ASI. Biarkan semua orang tahu istri kita sedang menyusui.

Manajer.
Terkadang dalam ng-ASI juga dibutuhkan stok persediaan ASI perahan (ASIP). Nah, fungsi Anda adalah membuat daftar apa saja yang diperlukan untuk menyimpan ASI, diantaranya mencari stok botol dan memberikan label tanggal ASI masuk freezer. Temani istri saat sedang memompa di malam hari dan selalu ingatkan istri untuk memompa ASI. Ayah adalah manajer logistik ASIP.

Menjadi orang tua.
Tugas ayah bukan semata mencari nafkah, tapi juga terlibat total dalam urusan rumah tangga. Anda harus turut mengintervensi rumah tangga, termasuk mengurusi anak dan belanja keperluan keluarga. Memasak, mencuci, dan membersihkan rumah juga termasuk tugas orang tua. Orang tua itu termasuk Anda, para ayah.

Tidak egois.
Prioritas Anda adalah keluarga, bukan pekerjaan, terlebih hobi. Maka, jadilah bagian dari keluarga, bukan sekadar ATM berjalan.

Tahan emosi.
Tak semua orang paham tentang ASI eksklusif atau semacamnya, maka jangan paksakan pemahaman Anda kepada semua orang, terutama orang tua atau mertua. Beri pemahaman dengan cara yang tepat, santai, dan bijaksana. Tempelkan informasi tentang ASI di kulkas atau di beberapa tempat yang memungkinkan untuk dibaca. Ini akan memudahkan Anda.

Berbagi.
Jangan menutup diri dan buka jaringan pergaulan serta informasi seluas-luasnya. Berbagi membuat Anda semakin memahami persoalan, dan belajar lebih banyak tentang suatu hal dengan dimensi dan perspektif beragam. Semakin banyak informasi, semakin memudahkan Anda mengambil langkah yang tepat.

SELAMAT BERPERAN !!!


 

Berita & event terkait