Data Dokter

Voting

Pemeriksaan Tekanan Darah

Minggu, 12 Januari 2014 - 00:29:04 WIB | Pembaca : 254
Diposting oleh : Administrator

 

PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH

Pemeriksaan tekanan darah menjadi salah satu tindakan paling rutin yang dikerjakan oleh tenaga medis atau paramedis. Namun meskipun telah dilakukan setiap hari, bukan berarti pelaksaannya sudah sesuai dengan standart. Masih banyak ditemui pelaksanaan tindakan ini yang tidak sesuai dengan standart. Berikut akan diulas bagaimana cara standart dalam pengukuran tekanan darah.

Hipertensi hanya bisa dideteksi ketika tekanan darah kita diukur. Kesadaran akan bahayanya hipertensi membuat semakin banyak keluarga yang memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah mereka. Kebanyakan dari mereka memiliki alat pengukur digital. Tahukah anda, bahwa tekanan darah kita bersifat dinamis, alias berubah dari waktu ke waktu yang lain. Mengapa demikian? Karena banyak faktor yang mempengaruhi pengukuran tekanan darah tersebut. Oleh karenanya, pengukuran tekanan darah yang akurat membutuhkan cara yang tepat.

Pada saat anda berkunjung ke dokter, sebenarnya diagnosis hipertensi tidak bisa dibuat hanya dari sekali kunjungan. Diagnosis hipertensi yang ideal dibuat dari pengukuran tekanan darah yang diukur dari tiga kali kunjungan. Jika ketiganya menghasilkan pengukuran sebesar sistolik sama dengan atau diatas 140 mmHg dan diastolik sama dengan atau diatas 90 mmHg, maka diagnosis hipertensi dapat ditegakkan. Akan tetapi, penilaian klinis dan penghitungan faktor resiko terkait lainnya seringkali mengharuskan dokter untuk segera menangani tekanan darah tinggi tersebut.

Pertimbangan Membeli Alat Pengukur Tekanan Darah

Ada beberapa hal yang anda perlu pertimbangkan sebelum membeli alat pengukur tekanan darah.

- Raksa, aneroid, atau digital:

  1. Raksa dan Aneroid: sangat akurat jika dikalibrasi secara teratur, tidak terlalu mahal, mudah diperbaiki jika rusak. Akan tetapi membutuhkan pelatihan khusus untuk belajar cara pemeriksaan, mengetahui letak anatomis pembuluh darah arteri, membutuhkan stetoskop, sulit untuk memeriksa diri sendiri, dan mengandalkan ketepatan pendengaran serta pandangan.
  2. Digital: untuk konsumen awam seperti anda, jenis ini adalah yang terbaik karena mudah digunakan. Akan tetapi harganya cukup mahal, memiliki tingkat keakuratan yang paling rendah, dan keakuratan tersebut akan semakin rendah apabila baterai segera habis.

- Merk: Pilihlah merk yang sudah familiar dengan anda atau dokter anda.

- Ukuran manset: Pilihlah manset yang sesuai dengan ukuran anda. Umumnya hanya terbagi atas dewasa atau anak-anak. Akan tetapi, ukuran manset yang ideal adalah lebar: minimal 40% dari lingkaran lengan anda, dan panjang: minimal dua kali dari lingkaran lengan anda. Jika anda membeli di toko penjual alat medis, anda bisa memilih manset yang lebih sesuai lagi. Hal ini penting terutama apabila anda termasuk golongan obesitas dengan ukuran lingkar lengan yang besar.

- Kalibrasi: Pastikan anda mengkalibrasi alat pengukur tekanan darah anda setiap enam bulan.

Persiapan Pengukuran Tekanan Darah

  • Pilihlah ruangan yang nyaman dan tenang.
  • Duduklah yang tenang disebuah kursi, dengan salah satu lengan anda diletakkan disandaran atau meja sehingga letaknya kira-kira setinggi jantung anda.
  • Sisingkan lengan baju anda, dan pakailah manset. Pastikan manset dapat mengunci dengan benar, dan posisi selang berada diatas lipatan lengan anda.
  • Jika anda memakai alat pengukur tekanan darah digital, tekanlah tombol START, dan alat tersebut secara otomatis akan mulai mengukur.
  • Jika anda memakai alat pengukur tekanan darah raksa atau aneroid, maka berikut caranya.
  1. Ada dua arteri yang perlu diraba, yaitu brachial dan radial. Kedua arteri ini akan diraba dengan posisi lengan dan tangan ditelentangkan terbuka.
  2. Rabalah denyut pada arteri brachial (pada lipatan lengan, sisi sebelah dalam). Disinilah dimana stetoskop akan diletakkan.
  3. Rabalah denyut pada arteri radial (pada pergelangan tangan, sisi sebelah luar). Denyut ini akan menjadi patokan pengukuran.
  4. Pompalah alatnya dengan tangan yang tidak digunakan untuk meraba denyut arteri radial.
  5. Pompa sampai anda denyut nadi arteri radial tidak teraba dan naikkan sampai 30 mmHg diatasnya. Kemudian dengan perlahan turunkan tekanan dengan kecepatan 2 sampai 3 mmHg per detik.
  6. Dengarkanlah bunyi detak nadi brachial pada stetoskop.
  7. Bunyi detak pertama yang terdengar, adalah angka tekanan sistolik. Setelah detak menghilang untuk pertama kalinya, itulah angka tekanan diastolik.
  8. Apabila anda membaca dengan alat pengukur raksa, anda harus membacanya secara tegak lurus dari permukaan raksa tersebut.

Perubahan tekanan darah kebanyakan berkaitan dengan aktivitas sehari-hari kita. Hal yang sederhana antara lain:

  1. Posisi tubuh
  2. Keadaan emosional (stress, marah, depresi, dan lain sebagainya)
  3. Aktivitas fisik

Disamping semua itu, hal-hal lain yang perlu diperhatikan saat pengukuran tekanan darah adalah :

  1. Pastikan anda duduk tenang dan rileks minimal 5 menit di kursi dengan punggung bersandar dan tangan berada diletakkan dalam posisi sejajar dengan jantung.
  2. Jika anda perlu diukur dalam keadaan berdiri, anda perlu berdiri tenang minimal 2 menit
  3. Sebaiknya pengukuran dilakukan pada lengan kanan untuk keseragaman perbandingan dengan nilai standart
  4. Jika pengukuran pertama dan kedua berbeda > 5 mmHg, harus dilakukan pengukuran ulang. .
  5. Sebelum dilakukan pengukuran :
  6. Jangan minum minuman yang mengandung kafein (seperti kopi atau kola) 4-6 jam sebelum pengukuran.
  7. Jangan merokok 2 jam sebelum pengukuran.
  8. Jangan makan 30 menit sebelum pengukuran.
  9. Jika memungkinkan, pastikan setiap kali mengukur tekanan darah anda pada kondisi yang sama, posisi yang sama, ruangan yang sama, dan waktu yang sama.

Saya Pertama Kali Memeriksa Tekanan Darah Saya, dan Tinggi!

Jika anda mengalami hal seperti ini, maka cobalah istirahat dan rileks, lalu ulangi pengukuran setelah 10 menit. Terkadang orang merasa cemas pada tekanan darahnya, sehingga terjadi ‘peningkatan palsu’. Kondisi ini disebut ‘white coat hypertension’.

Seberapa Sering Saya Perlu Memeriksakan Tekanan Darah Saya?

Hal ini sangat tergantung pada kondisi kesehatan dan pengobatan yang sedang anda jalani. Kondisi-kondisi ini ditentukan hanya oleh dokter anda.

Jika anda mempunyai tekanan darah tinggi, umumnya anda akan diminta memeriksanya setiap minggu. Pemeriksaan ini dilakukan pada pagi hari setelah anda bangun tidur, 2-4 jam setelah anda meminum obat tekanan darah, dan sesaat sebelum anda tidur di malam hari.

 

Referensi:

Pemeriksaan Tekanan Darah. Aldo Fransiskus Marsetio, dr., BMedSc. http://www.tanyadok.com/kesehatan/pemeriksaan-tekanan-darah-2

K/DOQI Clinical Practice Guidelines on Hypertension and Antihypertensive Agents in Chronic Kidney Disease. GUIDELINE 3: MEASUREMENT OF BLOOD PRESSURE IN ADULTS. http://www.kidney.org/professionals/kdoqi/guidelines_bp/guide_3.htm

 


 

Berita & event terkait